Sabtu, 12 November 2011 | By: yulia fitriani

AIR MINUM YANG LAYAK Air yang dinyatakan layak minum harus memenuhi tiga persyaratan, yakni fisik, kimiawi dan mikrobiologis. Secara fisik, air minum harus jernih, tidak berbau, tidak berasa dan tidak berwarna. Secara kimiawi, air minum harus bebas dari kandungan beberapa logam berat, seperti besi (Fe), seng (Zn), air raksa (Hg) dan mangan (Mn). Sedangkan memenuhi persyratan mikrobiologis artinya air yang diminum harus bebas dari pencemaran tinja dan califorms (zat-zat yang bisa menyebabkanpenyakit-penyakitsaluran pernapasan). Bagi yang tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta, memperoleh air yang berkualitasdan layak diminum sepertinya tidak mudah. Lain halnya bagi mereka yang bermukim di daerah-daerah pegunungan, masih sangat beruntung karena kualitas air di sana jauh lebih baik. Tapi bersyukur bahwa kini teknologi penyaringan air sudahdemikian canggih, bahkan bisa dibuat dengan harga murah. Meski yang mahal pun juga ada. BERAPA BANYAK KITA PERLU MINUM ? Menurut Ir. Donny Hosea MBA. Ph.D,N.D., dari klinik dan laboratorium Klinik Utama Profit, Jakarta, kebutuhan air sangat unik pada setiap orang. “Minumlah sesuai kebutuhan tubuh. Ukurannya adalah raa haus. Tubuh akan memberi tanda membutuhkan air,” kata Donny. Ia mengingatkan agar jangan memaksakan minum terlalu banyak sekaligus karena efeknya berbahaya. Donny mencotohkan kasus meninggalnya seorang instruktur aerobik yang sedang mengikuti maraton di luar negeri karena minum terlalu banyak air saat berlari. Sesampainya di garis finish, atlet tersebut mengalami pendarahan, lalu meninggal dunia.”Sudah ada enam kasus kematian di dunia akibat kebanyakan minum air, termasuk instruktur itu. Perubahan tekanan dalam usus karena kebanyakan air menyebabkan pembuluh darah pecah di daerah usus, dan mengakibatkan collapse,” lanjutnya. Menurutnya tanda kelebihan air yang paling sederhana adalah rasa pusing walau berbeda gejalanya pada setiap orang. “Setelah berolahraga, tubuh banyak mengeluarkan keringat yang mengandung garam.” Minuman isotonik dapat mengganti garam-garam tersebut. Yang harus diwaspadai adalah jumlah kandungan garam pada minuman isotonik. Bagi orang yang jarang berolahraga, berhati-hatilah meminum air isotoni, karena bisa menambah kadar garam dalam tubuh. Kelebihan garam dalam tubuh pada kebanyakan orang akan meningkatkan tekanan darah. “konsumsi garam kita dari makanan sehari-hari umumnya sudah melebihi hinggamencapai 6-7%”. Karena itu kita harus tetap berolahraga agar garam dapat dikelurakan lewat keringat. Sumber: Reader Digest Indonesia

0 komentar:

Poskan Komentar